PUISI: Hanya Ada Luka yang Tak Kunjung Sembuh

 Hanya Ada Luka yang Tak Kunjung Sembuh


Andai engkau memahami apa yang telah ku siratkan di sepanjang jalan yang sepi

Andai engkau berfikir bagaimana caraku menanggapaimu lebih dari apapun itu

Andai engkau mengerti bagaimana langkahku tak berarti bila tak ada kau di sampingku


Aku tak mengerti, perdebatan hebat terjadi di dalam benakku

Di pelataran elok pintu perasaan cinta yang telah ku siapkan untukmu

Apakah ini cinta? Apakah ini pengorbanan? Apakah ini kesia-siaan? Ataukah ini hanya tipu daya saja?

Aku benar-benar tak memahami apa hakikat dari sebuah kata yang agung yaitu cinta


Tuhan menciptakan manusia dengan sedemikian indahnya

Terbesit akan pertanyaan, mengapa Tuhan menciptakan manusia, sedangkan Ia sendiri lebih dari apapun untuk dipuja?

Manusia berfikir dengan radiknya

Sampai ia menyelam terlalu jauh menuju palung yang tak semestinya ia harus selam


Hanya ada luka yang tak kunjung sembuh

Hanya ada rela yang menasbihkan keiskhlasan

Menerima segala cipta, meninggalkan sesal yang tak pernah sirna


2024

Komentar