PUISI: Langit itu Berbinar

 Langit Itu Berbinar


Semenjak matahari menyongsong menuju haribaan

Menjelma ranum kemuning menghangatkan

Senandung rembulan mulai menampakkan kilaunya

Mendesir ringkih sampai kapan matahari terus berada di tempatnya

Sedang ia mulai gelisah, tak sabar menunjukkan terangnya 

Sementara bintang, dengan sabar berkelip menyusur ruang-ruang kosong di antara keduanya


Langit kian berbinar

Matahari pun mengalah

Kini rembulan bersinar terang

Bintang-bintang mewarnai mega dengan kedipan manisnya


Sampai pada akhirnya, awan menyelimuti 

Semua tak tampak lagi

Semua tampak cemas, bintang-bintang meronta, sedang rembulan bersedih

Sampai hujan rintik, turun membasahi

 

2025


Komentar