PUISI: Ungkapan di Titik Nadir

 Ungkapan di Titik Nadir


Sayup-sayup suara roda bergegas 

Tak sempat untuk menghela dan dengan cepat menghempas

Menembus udara ringkih, menembus rerintik hujan

Perlahan

Hingga sampai di titik nadir

di titik paling akhir sebuah resah dan luka


Tak pernah terbanyangkan akan seperti apa rasanya jika sebuah matahari bermekaran di sebuh pohon berbunga yang selama ini dinantikan.

Kenyataan bergitu tak berarti

Tanpa hadirnya lebah yang menghisap dan menghasilkan nektar yang manis

Sekarang hanya ada pohon yang tak lagi indah

Hanya bisa meratap, hanya bisa bersandar

Di titik nadir

Menunggu entah kapan penghayatan ini akan berakhir


2025

Komentar