PUISI: Teduhnya Pohon Berbunga Itu
Teduhnya Pohon Berbunga Itu
Tahun-tahun telah berlalu
Beribu rintik hujan telah menghiasi di antara waktu yang panjang
Seluruh genangan yang diciptakannya tengah meresap di antara rongga-rongga udara di sela-sela ruang di ujung-ujung kekosongan di sisi-sisi relung di antara waktu yang menantikannya pulang
Sebuah senja menapaki cakrawala
Menciptakan pantulan cahaya di antara genangan air yang tak kunjung menghilang dan membekas
Pohon berbunga yang dirindukan telah lama bersemanyam di taman yang tak pernah terindahkan oleh waktu
Ia telah lama ingin ditinggalkan, namun keteduhannya seakan memberikan rasa nyaman
Memberikan ruang kreasi yang selalu dinantikan
Memberikan secercah harapan meski menyakitkan
Semuanya seakan candu, seakan rindu, dan pilu
Ingin sekali beranjak
Kembali menuju ke sebermula
Waktu terus berjalan, sedang ilalang yang semakin tumbuh tak pernah tergoyahkan
Merelakannya adalah sebuah keharusan meski pahit untuk diresapi
Seperti genangan air yang menunggu waktu untuk menghilang
Seperti embun di antara ilalang yang menunggu pagi untuk pulang
2025

Komentar
Posting Komentar