Semua Tentang Prinsip
Kekalahan adalah sesuatu yang sering kali dianggap
sebagai hal yang tabu. Padahal, kekalahan adalah bagian dari proses kehidupan.
Bagian dari perjalanan. Tidak selamanya semua kekalahan dianggap sebagai hal
yang tabu. Bahwa kekalahan adalah awal daripada kemenangan.
Berkaitan
dengan kekalahan, memang Barcelona tadi pagi mengalami kekalahan dalam laga
tunda La Liga atas Rayo Vallecano dengan skor tipis 0-1. Padahal, Barcelona
bermain dihadapan penonton sendiri di Stadion Camp Nou. Gol semata wayang
Alvaro Garcia di menit ke-7 sudah cukup untuk menaklukan Barcelona di
kandangnya. Meskipun dengan penguasaan bola hampir 72 persen dan melepas 18
tendangan ke gawang Rayo Vallecano, tetap saja Barcelona tak mampu menyamakan
apalagi membalikkan keadaan. Hufft
Ini
menjadi kekalahan beruntuntun di kandang. Bahkan tiga kali kekalahan beruntun. Kalah
di leg kedua melawan tim asal Jerman, Eintracht Frankfrut, dengan skor tipis
2-3 yang membuat skor agregat menjadi 3-4. Selanjutnya kalah dalam laga di
Jornada 32 La Liga melawan Cadiz dengan skor yang tipis juga yaitu 0-1. Dan
kini kalah lagi melawan Rayo Vallecano. Aduh Dek.
Namun,
yang menjadi perhatianku adalah beberapa kritik yang di timpakan kepada Xavi, selaku
sang pemangku dan peracik strategi dari Barcelona, oleh orang-orang yang
sebenarnya tidak paham akan sepak bola---begitupun juga dengan aku. Kurang
lebih garis besar komentarnya adalah bahwa tidak penting bermain cantik yang
penting adalah meraih kemenangan.
Memang
benar bahwasanya, tujuan utama dalam pertandingan sepak bola adalah meraih
kemenangan. Dan itu adalah aksioma. Namun, bagi Xavi, selain meraih kemenangan,
tujuan utamanya yang lain adalah memberikan hiburan kepada penonton. Salah satu
caranya adalah dengan menghadirkan permainan yang cantik selama bermain di
lapangan, yaitu dengan menerapkan gaya permainan Tiki-Taka.
Tiki-Taka
adalah gaya permainan yang menjadi ciri khas dari tim Blaugrana ini. Gaya
permainan yang lahir dari kreativitras passing sederhana antar pemain. Berkat
gaya permainan ini, Barcelona menjadi tim pertama yang meraih sixtuple winner di musim 2008-2009.
Bahkan juga, berkat gaya permainan ini, Spanyol dapat meraih gelar Piala Dunia
di tahun 2010 dan Euro di tahun 2012.
Perlu diingat, setelah masa kepelatihan Pep Guardiola di tahun 2012 dan Luis Enrique di tahun 2017, Tiki-Tika mulai meredup di dalam sistem permainan Barcelona. Apalagi juga ketika kepergiaan Xavi dan Iniesta. Semenjak saat itulah permainan hanya stagnan dan berpusat terhadap Messi. Membuat Messi menjadi tumpuan bagi permainan Barcelona yang secara tidak langsung membuat sistem permainan sangat bergantung kepadanya.
Itulah
mengapa yang membuat Barcelona terseok-seok di awal musim ketika Messi hengkang
menuju tim kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain. Gaya permainan
Barcelona menjadi tidak jelas arah dan juntrungnya. Seakan-akan Barcelona
semakin kehilangan jati dirinya. Tidak seperti Barcelona yang kita kenal.
Membuat hasil buruk terus menghujam tim asal Catalan ini.
Maka
dari itu, manajemen Barca memutuskan untuk mengganti Ronald Koeman yang
dianggap gagal. Ronald Koeaman pun diganti oleh Xavi Hernandez. Penunjukan Xavi
sebagai pengganti dari Koeman bukanlah tanpa alasan. Xavi dianggap mengerti
gaya permainan dari Barca, sebab dia adalah salah satu kreator daripada gaya
permainan Tiki-Taka. Harapan besar disematkan kepadanya untuk bisa
mengembalikan gaya permainan Barca dan mengangkat timyang sempat terseok-seok
selepas ditinggal Messi. Juga bisa mengulang kejayaan Barca, seperti yang
pernah ia lakukan di satu decade yang lalu.
Kembali
ke topik utama, meski kalah Barcelona harus tetap bermain cantik. Harus tetap
memainkan gaya permainan dengan disiplin. Itu adalah prinsip. Itu adalah
filosofi. Filosofi yang diletakkan dan ditanamkan oleh sang legenda Johan
Cruyff. Sebuah tim yang besar memiliki sejarah besar dan filosofi yang besar.
Perlahan
namun pasti, Barcelona akan meraih kejayaannya kembali. Tidak mudah memang
menjalankan sitem ini dengan istikamah. Namun, harus tetap yakin bahwa proses
sedang berlangsung. Semoga kelak akan teraih jua. Visca el Barca!
Salam literasi, salam bestari. Terima kasih.


Komentar
Posting Komentar