PKKMB Hari Kedua di UNUSA
Assalamualaikum.
Kembali lagi. Di hari kedua ini, terasa begitu melelahkan. Agenda kegiatan semakin banyak. Huftt. Semakin melelahkan. Tapi bukan menjadi masalah. Tetap semangat. Meski dengan penuh keterpaksaan.
Di hari kedua ini, giliran penulis yang hadir secara online. Ya memang karena di bagi dua. Kemarin yang online, hari ini mereka offline. Begitupun sebaliknya secara bergantian. Tapi, daring kali ini terasa begitu menyiksa. Melawan rasa kantuk berat yang menghujami kelopak mata seakan hendak membujuknya untuk merapatkan barisan dengan kantung mata yang perlahan mulai menebal.
Acara hari ini, di tempat yang sama, di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dimulai dengan pemaparan pengenalan UKM UNUSA. Ada banyak sekali UKM yang dipaparkan. Mulai dari UKM Sendratari, UKM Basket, dan masih banyak lagi.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pengenalan perpustakaan. Di sana kita diberitahu bagaimana prosedur masuk, peminjaman buku, keluar, dan pengembalian buku. Di sana juga dijelaskan mengenai fasilitas apa saja yang ada di dalam Perpustakaan tersebut.
Klinik Pratama UNUSA juga diperkenalkan pada hari ini. Klinik ini merupakan klinik milik dari UNUSA. Selain 3 rumah sakit yang dimiliki oleh UNUSA. Lebih tepatnya YARSIS.
Kemudian ada ELC. ELC adalah kependekan dari English Language Center. Letaknya di UNUSA Tower lantai 7. Ini adalah fasilitas yang diberikan oleh UNUSA kepada para mahasiswanya yang ingin lebih menguasai bahasa, lebih utamanya bahasa Inggris.
Selanjutnya, seperti kemarin, ada beberapa materi yang diberikan. Berikut adalah materi-materinya :
1. Materi Pertama
Pada materi pertama ini dijelaskan oleh Prof. Kacung Marijan dengan tema Implementasi Unusa Dalam Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Untuk Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi: Link And Match Sistem Pendidikan Di Era 4.0 Menuju Society 5. 0.
Beliau menjelaskan bagaimana perlunya mahasiswa mengikuti program kampus merdeka dan merdeka belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk dapat belajar sekreatif dan sefleksibel mungkin. Sehingga mahasiswa akan memiliki kompetensi yang lebih luas.
Perlu diingat, beliau menambahkan bahwasanya setiap mahasiswa dapat belajar 3 semester di luar prodinya. Namun dengan 1 catatan, yaitu selama tidak mengganggu kewajiban kompetensi mayornya. Hal ini dikarenakan program ini merupakan bagian dari kompetensi minor. Bahwa manajemen waktu sangat diperhatikan bila ingin menjalani program ini.
2. Materi Kedua
Materi kedua kali ini disampaikan oleh Bapak Nurul Huda dengan tema Digitalisasi Proses Belajar Mengajar di UNUSA Pasca Pandemi.
Beliau memaparkan perangkat lunak yang digunakan oleh seluruh sivitas akademika UNUSA sebagai wujud dari digitalisasi. Perangkat lunak itu antaranya adalah LSM. LSM adalah sebuah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian materi pembelajaran.
Fungsi dari LSM ini diantaranya:
a. Membantu para pengajar.
b. Membuat waktu menjadi lebih efisien.
c. Mempermudah aktivitas kuliah.
d. Adanya teknologi.
e. Memungkinkan mahasiswa untuk belajar mandiri.
Contoh bentuk dari LSM di UNUSA adalah eSorogan, Fasilitas mahasiswa UNUSA, dan Google Workspace. Dengan demikian semua perangkat lunak dapat memungkinkan prsedural kegiatan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien.
3. Materi Ketiga
Selanjutnya, di materi ketiga kali ini disampaikan oleh Bapak Arif Abdurrahman dengan tema Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk menemukan solusi terbaik.
Beliau menjelaskan bagaimana pentingnya berpikir kritis guna menemukan solusi yang terbaik di setiap masalah yang dihadapi. Terutama bagi seorang mahasiswa disiapkan untuk mengabdi dan berkontribusi di masyarakat. Mengapa hal ini dirasa perlu? Karena solusi terbaik hadir dari dalam pikiran yang kritis. Artinya, dapat menganalisis masalah yang muncul dihadapannya.
Dasar dari berpikir kritis adalah idealisme dan kemanusiaan. Dan cara berpikir kritis ialah harus membentuk kontruksi pengetahuan yang bai, harus memiliki referensi yang nyata dan faktual. Semua itu adalah daya upaya kita dalam berupaya berpikir kritis.
4. Materi Keempat
Materi kaki ini disampaikan oleh Bapak Mursyidul Ibad dengan tema kesiapan portofolio sebagai bentuk kesiapan menghadapi dunia.
Beliau menjelaskan bahwa portofolio adakah sebagai wujud mengahadapi dunia digital terutama di era 4.0. Hal ini dilakukan sebagai wujud adaptasi kemajuan teknologi.
Portofolio adalah laporan tentang diri kita. Seperti IG, FB, YT, Blog dan wordpress itulah contoh-contoh dari portofolio. Namun, beliau lebih menyarankan portofolio dalam bentuk blog. Mengapa demikian?
a. Dapat di custome sesuai keinginan.
b. Dapat menghubungkan ke media sosial manapun.
c. Mudah tercantum dalam pencarian Google
d. Dapat menautkan atau menambahkan media yang lain.
e. Dapat mendokumentasikan hasil karya dan pengalaman apapun dan dalam bentuk apapun.
Seperti itulah kira-kira yang disampaikan oleh Bapak Mursyidul Ibad. Penjelasan yang cukup menarik dan begitu menggairahkan. Semoga penulis kelak dapat berbincang dengan beliau.
Selain materi-materi di atas, ada materi yang diberikan boleh pihak bank. Dua bank itu adalah Bank Mega dan Bank BNI. Mereka memberikan penjelasan yang sama yaitu bagaimana melakukan transaksi dengan cara digital.
Selain itu, ada pertemuan juga dengan Presiden Mahasiswa dan Ketua MHM. Mereka menyambut mahasiswa baru selayaknya seorang mahasiswa yang penuh dengan idealis. Dengan lantang membacakan orasi dan juga sumpah mahasiswa.
Begitulah kira-kira ulasan mengenai kegiatan hari ini. Semua sama. Intinya adalah menyiapkan para mahasiswa agar cakap di dalam dunia digital. Sekian. Kurang lebihnya mohon maaf. Salam bestari. Salam literasi. Selamat membaca.
Wassalamualaikum.
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Profil Singkat Penulis
Muhammad Aqil Siroj Jazuli. Asal Mojokerto. Berkuliah di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya pada prodi pendidikan dokter fakultas kedokteran. Kelompok 5 Radiologi. Kelompok 40. Terima kasih.



Komentar
Posting Komentar