PKKMB Hari Pertama di UNUSA

 



Assalamualaikum.

Hari Senin ini pada tanggal 5 September 2022, menjadi momen bersejarah bagi penulis sebagai tonggak awal melangkah lebih jauh lagi dalam perjalanan mengarungi kehidupan. Betul sekali, momen itu ialah ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru---atau bisa disingkat PPKMB---di kampus sebagai seorang mahasiswa baru di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. 

Bukan perkara yang mudah memang. Semua hal ini terasa mengagetkan, entah itu mental maupun fisik. Mungkin semua ini akibat sudah terlalu lamanya menganggur setelah lulus dari SMA. Namun, terlepas dari itu semua, penulis---saya sendiri---merasa sangat senang dan cukup bahagia mengikuti kegiatan ini. Ya anggap saja sebagai awal sebelum kegiatan kuliah yang tentunya pasti akan jauh lebih berat lagi.

Dimulai dari berkumpul dan berbaris di halaman UNUSA. Kemudian, masuk ke dalam UNUSA Tower untuk menuju ke Ruang Auditorium di lantai 9. Sepertinya, gedung di lantai 9 ini menjadi yang tertinggi. Untung saja semua kegiatan hari ini dilaksanakan di dalam gedung. Di dalam saja rasanya sudah capek, apalagi kalau di luar gedung. Hufft. Entahlah.

Lanjut topik. Setelah sampai di Ruang Auditorium, semua dipersilahkan duduk di tempat yang sudah dipersiapkan. Pembukaan pun dilakukan oleh MC. Selanjutnya ada pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan Bapak Rektor, dan juga doa.

Setalah itu sambutan dan prosesi formalitas lainnya, materi pun diberikan. Berikut adalah materi-materi yang telah di sampaikan tadi.

1. Materi Pertama 

Materi pertama diberikan oleh Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak.,M.Sc., CA dengan tema Generasi Muda Berintegrasi Anti Korupsi. Topik yang sangat menarik.

Beliau menjelaskan begitu mengagumkan. Enak didengar dan masuk di dalam ingatan. Beliau menjelaskan apa yang menjadi penyebab Indonesia menjadi negara yang tidak bahagia. Banyak konflik. Banyak permasalahan. Salah satunya adalah karena adanya tindak pidana korupsi.

Korupsi adalah tindak pidana khusus. Korupsi sama juga dengan kecurangan, penipuan, manipulasi, rekayasa, dan lain sebagainya.  Korupsi ada 30 jenis macamnya. Adapun unsur-unsur dari korupsi : Ada pelaku, menguntungkan diri sendiri, menyalahgunakan kekuasaan atau hukum, dan merugikan negara. Adapun juga penyebab korupsi : Ada kesempatan, ada tekanan, ada pembenaran, ada kewenangan, dan tidak adanya integritas.

Intinya dari materi 1 ini adalah kita harus menjadi generasi yang berintegritas yang tidak mudah terprovokasi untuk melakukan berbagai tindak pidana kejahatan terutama korupsi. 

2. Materi Kedua 

Materi kedua diberikan oleh AKBP Samsul Makali,S.H.,M.M. dengan tema Generasi Intelektual dan Profesional Tanpa Narkoba.

Selayaknya seorang polisi, beliau menjelaskan begitu berwibawa. Beliau menjelaskan bahwa Jawa Timur adalah provinsi dengan konsumen narkoba terbesar di Indonesia. Dan itu tersemat 3 tahun berturut-turut. 

Rata-rata Narkoba itu dikirim dari Malaysia melalui Surabaya, lalu dikirim ke seluruh Jawa Timur. Dan pengguna terbanyaknya itu kebanyakan di usia produktif. Dari usia 25 tahun sampai 40 tahun. Cukup mengkhawatirkan. 

Inilah yang merusak generasi kita. Jika hal ini terus terjadi akan berdampak bagi kesehatan mereka. Baik itu kesehatan mental maupun kesehatan fisik. Dan yang paling banyak dampak nyatanya adalah kecanduan. 

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan rehabilitasi. Ini dikhususkan bagi para korban saja yang bertindak hanya sebagai pengguna. Bukan pengedar, kurir, bandar, ataupun produsen. Selain pengguna, mereka akan dipidana dengan pasal-pasal tentang narkoba yang berlaku di NKRI ini.

Bahwa tindakan mengedarkan, menyebarkan, dan menyekoki narkoba adalah salah satu tindak kejahatan yang paling nyata yang dihadapi oleh generasi masa kini. Upaya terus dilakukan untuk mencegah dari penyalahgunaan narkoba ini. Pemerintah bersama dengan institusi pemerintah yang lainnya berupaya untuk mencegah hal ini. Seperti melakukan sosialisasi sama seperti yang dilakukan oleh AKBP Samsul. 

 Intinya adalah melalui edukasi ini diharapkan para generasi, terutama para mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dapat membentengi diri dari penggunaan narkoba.

3. Materi Ketiga

Selanjutnya, materi ketiga yang disampaikan oleh KH. Ma'ruf Chozin dengan tema Pembentukan Nilai Aswaja An-Nahdliyah Generasi UNUSA 2022.

Beliau menjelaskan begitu nyaman. Serasa hati menjadi tenang ketika beliau menerangkan materinya. Terdapat pula muqobalahnya. Ada landasan atau dasar Al-Qur'an dan Hadist di dalamnya. Begitu rinci. Begitu tertata.

Beliau menjelaskan apa itu ASWAJA. Yang merupakan kepanjangan dari Ahlussunah Wal Jamaah. Yang menganut Sunnah-sunnah Nabi dengan penuh toleransi dan saling menghargai.

Beliau juga menjelaskan perihal hubungan manusia dengan manusia yang lainnya. Menjaga tali silaturahmi, baik itu terhadap sesama muslim maupun terhadap semua manusia tanpa satupun terkecuali dan tidak membedakan-bedakan.

Kita hidup di dunia ini dipenuhi dengan banyak perbedaan. Itulah kodrat kita. Kita adalah makhluk sosial. Saling membutuhkan satu dengan yang lain. 

Sudah sepatutnya bagi kita untuk saling menghargai perbedaan. Saling menjaga tali persaudaraan. Saling bertoleransi terhadap sesama. Meskipun banyak perbedaan baik dari segi agama, budaya, ras, maupun adat istiadat yang lainnya. Intinya adalah saling menghargai dan menghormati serta menjunjung nilai toleransi terhadap sesama.

4. Materi Keempat

Di sini, pada materi keempat disampaikan oleh Ibu Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes. dengan tema Peran Mahasiswa Dalam Kepedulian Lingkungan Untuk Kesehatan Dan Perwujudan Indonesia Maju 2030. 

Beliau menjelaskan bahwa pendidikan adalah cara yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas manusia suatu bangsa. Bahwa kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Membuka mindset bagaimana menjaga kualitas lingkungan kita.

Kita disiapkan untuk dapat dan mampu membaca setiap permasalahan yang ada di masyarakat. Kita disiapkan untuk dapat hadir langsung, turut andil dalam memberikan solusi dan memecahkan masalah yang hadir di lingkungan masyarakat. 

Semua itu tentunya dengan memperhatikan kondisi sekitar dan juga keselamatan kerja. Menyadari betapa pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Yang nyaman dan asri. Yang penuh dengan keharmonisan. Sebagai wujud dari adanya persatuan dan menciptakan rasa aman. Kurang lebihnya, inti utama yang penulis ambil dari penjelasan beliau adalah seperti itu.

5. Materi Kelima 

Terakhir, materi kelima disampaikan oleh Bapak Hafid Algristian, dr., Sp.KJ dengan tema Penanaman Karakter Mahasiswa Untuk Penghargaan Manusia Dan Kesehatan Mental : Pribadi Asyik, Tangguh, Bahagia, Berkarakter Islami Yang Anti Perundungan Tanpa Mengusik.

Narasumber yang terakhir begitu menghadirkan gairah. Bagaimana tidak, berkat beliau, satu auditorium serasa hidup dengan tawa dari para audiens. Beliau mampu membangkitkan semangat para peserta. Tak ayal, jika materi yang terakhir ini menjadi materi terbaik di hari ini. Bukan materinya, akan tetapi cara menyampaikannya. Beliau begitu humoris. Semoga kelak aku dapat seperti beliau. Aamiin.

Beliau menjelaskan tentang apa itu bullying. Apa itu perundungan. Seperti apa bahaya perundungan. Bagaimana mengenali perundungan. Mengapa bisa terjadi perundungan. Bagaimana sikap kita ketika menemui kasus perundungan. Semua itu beliau terangkan dengan penuh kehumorisan.

Perlu diingat, bullying atau perundungan itu sifatnya subjektif. Tergantung diri menganggapnya seperti apa. Setiap orang memiliki ketersinggungan yang berbeda-beda. Itulah mengapa kita harus berhati-hati dalam bergurau. Jangan terlalu berlebih-lebihan. Semua yang berlebih-lebihan itu tidak baik. Dan itulah pentingnya kita mengenali lingkungan. 

Kurang lebih seperti itu.

Begitulah kira-kira pemaparan materi tadi pagi. Begitu padat memang. Semua itu harus dilalui sebagai seorang mahasiswa baru. Sabar. Hanyalah sebentar. Seperti judul kumpulan surat Kartini yang dikumpulkan oleh Mr. Abendanon yaitu "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Demikianlah yang bisa penulis sampaikan dari artikel ini. Kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum. 


unusa.ac.id

official_unusa

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya


Profil Singkat Penulis

Muhammad Aqil Siroj Jazuli. Asal Mojokerto. Berkuliah di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya pada prodi pendidikan dokter fakultas kedokteran. Kelompok 5 Radiologi. Kelompok 40. Terima kasih.












Komentar

Postingan Populer