Secercah Harapan Menjelma Aksara. My Holiday
Secercah Harapan Menjelma Aksara
Oleh
Muhammad Aqil Siroj Jazuli
NIM. 5130022040
Program Studi S1 Pendidikan Dokter
Tema Pojok Literasi
Bagaikan
badai yang meluluhlantakkan apapun yang diterjangnya, begitulah kira-kira
perasaanku sesaat setelah mendapatkan berita bahwa ada semacam penderitaan yang
berwujud tugas yang diberikan oleh Kampus Ijo Surabaya. Tugas itu bertajuk “My
Holiday” yang mana, menurut asumsiku, tugas ini berikan agar para mahasiswa
Kampus Ijo yang Tengah berlibur bisa terus aktif untuk berkarya, barangkali
juga bisa memunculkan talenta-talenta muda yang perhatian dengan dunia literasi
dan kepenulisan. Saya setuju dengan hal itu. Tapi, agak nyesek juga bilamana
tugas ini diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar tidak sedang berlibur di
tengah-tengah masa liburan. “Di terjang tugas pengabdiaaan Masyarakat,” kataku
dalam hati.
Oiya,
perkenalkan, nama saya Muhammad Aqil Siroj Jazuli. Teman-teman yang membaca
karangan fana ini bisa memanggil saya dengan sebutan apapun. Entah itu Aqil
kah, Siroj kah, ataupun yang lainnya. Bebas. Karena selayaknya seorang filsuf,
apa arti sebuah nama bilamana nama itu tidak terproyeksikan kepada sikap dan
tingkah laku dari sang pemilik nama itu sendiri. Wushhhh. Saya saat ini sedang
menjalani masa-masa penuh tantangan di bangku perkuliahan pada program studi S1
Pendidikan Dokter Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Kalau kata saya UNUSA
ini bisa disebut sebagai Kampus Ijo karena NU identik dengan sesuatu hal yang
berwarna hijau. Sudah 1 tahun saya menempuh perkuliahan di Kampus Ijo ini.
Mendapatkan banyak pengalaman dan tentunya relasi dengan banyak orang. Sungguh
luar biasa. Berharap semoga akan terus berkembang dan menjadi lebih baik
kedepannya.
Kembali
ke topik awal yang sempat saya singgung perihal dunia literasi dan kepenulisan.
Jujur saja saya adalah orang yang cukup memerhatikan dunia literasi dan
kepenulisan. Cukup tertarik dan terkadang juga menekuninya. Saya sering mencoba
menganalisa terkait dengan perkembanagan perilaku dan juga pola sikap yang ada
di masyarakat terutama di kalangan mahasiswa sendiri. Banyak di antara mereka,
yang menurut angan saya, memiliki perhatian yang kurang di dunia literasi dan
kepenulisan. Mereka lebih banyak bertindak dan berfikir secara pragmatis.
Mungkin hal itu tidak lepas dari perkembangan dunia teknologi yang sampai saat
ini terus melesat dan tidak ada siapapun yang dapat menghentikannya. Padahal
seperti yang kita tahu, bahwa dengan dunia literasi dan kepenulisan ini, akan
memberikan dampak yang ekspansif dan masif dikemudian kelak.
Literasi,
menurut angan saya, bukan hanya sekadar membaca saja, tetapi lebih dari itu
terkait dengan pemahaman dan juga pengimplementasi terhadap pemahaman yang
sudah ia dapat. Itulah kenapa, salah satu yang menjadi masalah adalah, banyak
orang yang memahami tetapi tidak banyak orang yang mau untuk menyampaikan apa
pemahaman yang telah ia dapat. Padahal, kemampuan dalam menyampaikan itu menjadi
nilai penting yang harus dimiliki oleh setiap. Menyampaikan bukan hanya dengan
berkata-kata, tetapi juga bisa melalui aksara maupun sikap dan tindakan.
Oleh sebab itulah, saya sangat setuju dengan
kebijakan yang dilakukan oleh Kampus Ijo yang mencoba berinovasi dengan Program
“My Holiday” ini. Setidaknya ada wadah yang diberikan oleh kampus bagi
para mahasiswa untuk bisa menyuarakan segala hal yang ada di benak mereka.
Entah itu ada atau tidak. Karena membuat hal seperti ini juga perlu kesadaran
dan dengan sedikit paksaan itu tidak menjadi masalah. Toh juga nanti ada hadiah
yang bisa
Mungkin
pembahasan terkait kebijakan ini bisa menjadi bahan masukan kepada Kampus Ijo
ini. Saya termasuk orang yang pro terhadap kebijakan ini. Saya rasa harapan
nanti untuk kedepannya bisa lebih baik dan lebih berkembang lagi. Barang kali
tugas “My Holiday” ini bisa lebih bervariatif lagi. Juga seharusnya
karya dari para mahasiswa bisa dibukukan dan bisa dibagikan kepada yang berhak
untuk sebagai kenang-kenangan.
Maka
dari itulah, saat melakukan penulisan karya tulis ini, saya memiliki spirit
yang cukup kuat dan memiliki harapan yang cukup besar terhadap perkembangan
literasi ini. Menyempatkan berbagai waktu untuk bisa kembali ke rutinitas awal,
membaca buku dan menulis setelah sekian lama tak berjumpa dengan Kumpulan frasa
dan aksara yang telah lama membeku di ujung anjangsana. Selayaknya puisi karya
Sapardi : Yang fana adalah waktu, perasaan akan makna yang lalu menjadi abu
yang abadi di palung terdalam tak terbatas.
Sekian
dari saya, mahasiswa biasa saja dengan segala keterbatasan yang menyelimutinya.
Terus sukses Kampus Ijo. Semangat dalam pengembangan dunia literasi.
Salam bestari. Salam literasi.
Terima Kasih.
Berikut adalah salah satu dokumentasi dari kegiatan yang saya lakukan :
#universitasnahdlatululamasurabaya #akamawaunusa #akamawaunusaeventmyholiday



Komentar
Posting Komentar