PUISI : Semerbak Rembulan di Antara Riuhnya Malam
Semerbak Rembulan di Antara Riuhnya Malam
Tak terbayang berapa banyak langkah yang telah ditempuh
Jalanan basah akan rintik harapan dan sejuta keluh
Sepoian angin menjelma rindu
pertanda ingin bertemu
Kabut-kabut mulai meninggi
Menyambut matahari pertanda pagi
Menata semangat kembali
Demi meraih sesuap nasi
Sebentar lalu tak sampai, terhempas kenyataan yang tak pasti
Kembali kepada sebermula
Tak ada yang dapat dilakukan selain melayangkan beberapa doa
Di sampaikannya melalui resah di antara tawa dan luka
Mata tak dapat berkata
Rembulan pun bersinar bergitu terangnya
Malam kian temaram
Berharap waktu memberikan kesempatan untuk kembali hidup bahagia
2024

Komentar
Posting Komentar