PUISI : Setitik Pesan Melalui Hujan
Setitik Pesan Melalui Hujan
Sedikit menghela nafas
Diucapkan pada hati yang tengah kesal
Dengki dan iri merasuk di lorong-lorong ketamakan
"Kenapa aku tidak bisa seperti dia?" Tanya begitu keras di benaknya
Hujan turun bergitu derasnya
Reriuhan angin membawa aroma hujan mulai keluar masuk melalui hela nafas
Sesaat pikiran berbisik ke sana ke mari
Penuh
"Dasar pemalas!" Kata dirinya yang lain
"Kurang bersyukur!" Sahur dirinya yang lain
Petaka mulai datang di saat runtuhnya kepercayaan diri
"Ayolah kawan, tak usah dipikirkan" Sambung dirinya yang lain lagi
"Kamu perlu kembali ke dalam pangkuan Tuhan, bermunajatlah di sana" Tambah dirinya yang lain dengan penuh kebijaksanaan
"Istirahat ya nak, jangan terlalu dipaksa. Kami bangga padamu" Lirih terdengar ringkih dan damai di antara rasa dan nestapa
2024

Komentar
Posting Komentar