PUISI : Tak Berdaya

Tak Berdaya


Masih adakah sedikit hasratku untuk melanjutkan semua ini?


Pertanyaan itu senantiasa terbenam di antara hahahihi yang palsu.

Seakan sengaja dilupa untuk melanjutkan asa.

Terkadang tak tergubris, demi menghasilkan segala hal dengan sempurna.


Sesaat lelah itu bergejolak di antara riuhnya malam.

"Mengeluh kepadanya?" malah jadi beban.

Tak ada yang dapat dipikirkannya selain, menyelesaikan semuanya dulu sendiri.


Apa yanag ada dipikirannya adalah buah hasil ketakutannya.

"Sudah lah nak, percaya dengan dirimu sendiri, kau pasti bisa."

Pesan sang Ibu begitu prihatin dengan anaknya.


"Aku takut tak seperti yang diharapkan, tak seperti yang dipikirkan, Ma."

keluhnya lagi di antara heningnya malam saat itu.


"Apapun hasilnya, suatu kebanggan memilikimu nak."


Terima kasih. 


2024

Komentar

Postingan Populer