PUISI: Untukmu, di seberang sana
Untukmu, di seberang sana
Sebuah peran telah terangan
Terbayang indah dipelupuk sanubari yang malang
Terpatri di antara ranum rindu akan kicauan burung gereja di selaksa fatamorgana
Ada yang bilang, bahwa rindu bukan hanya sekadar rasa,
Ia adalah peristiwa yang membekas dan tak ingin terlepas
Suasana semakin ranum akan semilir angin yang mengalun lembut
Sembari menantikan aroma hujan yang turun di sore ini
Menghempaskan debu-debu suci di haribaan teras
Di antara pandang mata yang terbatas
2024

Komentar
Posting Komentar