PUISI : Andai Langit Itu Memerah

 Antara Rindu dan Sendu

Bersama mentari cerahkan pagi

Langit membiru tenangkan hati

Pesonamu sungguh menawan

Seraya rindu yang merengkuh kandung badan


Isyarat menjelma lagu yang tak bertuan

Begitu juga akan makna yang tak bisa didapatkan

Nada indah sungguh tak dapat diharapkan

Ibarat luka yang sulit untuk disembuhkan


Puisi ini bukanlah puisi biasa

bersajak dan tak bermakna

Hanya sebagai Pengisi kekosongan belaka

Mencari ruang sempit di selongsong peluru senjata


Dari kejauhan gedung hijau, terdengar suara reriuhan ribut

Hentakan peluru membuat burung-burung di atas pohon kalang kabut

Memulangkan aksi massa yang meminta validasi dan kepastian


Waktu tak pernah lupa

Ia akan selalu bersama dan mengingatkan kepada kita semua

Bahwa masalah tidak akan pernah sirna

Ia akan terus bergejolak untuk bisa diselesaikan segera

"Katanya" 


2024

Komentar

Postingan Populer