PUISI : Ujung Ranting yang Tak Lagi Merekah
Ujung Ranting yang Tak Lagi Merekah
Membawa semerbak pilu
Di haribaan yang tak lagi menawan menampung sendu
Langit-langit angkasa tengah menunjukkan mega penuh sesal
Sedang dedaunan pohon itu berguguran menuju jurang terjal
Dari kejauhan seorang gadis memanggil melambai-lambai
Mengguncangkan, mematahkan, dan menghunuskan senyumnya di pelupuk sanubari yang terdalam
Alunan irama keroncong seakan menebar nuansa klasik
Memberi resah menggelar nuansa yang tak ingin diingat
Resah itu pilu
Tak ingin jumpa tak ingin bicara
Menertawakan nasib dalam diam
Tak ada kata hanya isyarat yang bergumam
Pohon itu terus tumbuh meski tak ada daun yang merekah
Senyum gadis itu menjadi sebabnya
Tak ada yang dapat diungkapkan
Bahwa semua itu adalah fana
Di hari baik dan bulan baik
Semua itu bergantung pada makna
Tak ada yang bisa menghindarkan diri dari ingatan yang kelam
Ia terus bertumbuh
Sebab cinta yang menguatkannya
2024

Komentar
Posting Komentar