PUISI : Fana Itu Abadi, Sedang Aku Menanti
Fana Itu Abadi, Sedang Aku Menanti
Mungkinkah ku menembus bayang yang membelenggu?
Diantara batas ruang dan waktu
Tergelak tawa diantara resah dan sendu
Masihkah ada tempat bagiku untuk terus merayu?
Tak dapatkah hanya siratan senyum saja yang ada di ujung senja?
Sedang rindu tengah bergejolak nyata
Tak ada yang abadi di dunia yang fana
Seraya membiarkannya menari sampai anjangsana itu tiba
Melepasnya tenggelam dan tak membiarkannya terlepas
Seperti dedaunan musim semi yang terhempas
Bersama reriuhan angin sepoi yang mengalun lembut
Di antara jalan kota yang berkabut.
2024

Komentar
Posting Komentar