PUISI: Awan Mendung di Sela Rindu yang Menghujam
Awan Mendung di Sela Rindu yang Menghujam
Terkadang masih menimbulkan pertanyaan,
apakah aku benar-benar mencintainya?
Apakah dia juga benar-benar mencintaiku?
Rasanya tak pantas jika rindu ini disampaikan kepada orang yang bukan pemiliknya atau disampaikan kepada orang yang merasa bukan sebagai pemiliknya
Apakah aku tidak yakin dengan diriku sendiri akan perasaan ini?
Apakah dengan mempertanyakan keyakinan ini, menjadi tanda akan keraguan?
Ku harap dia mengerti
Seperti halnya mendung sebagai tanda akan turun hujan
Seperti rindu yang telah lama tak pernah dipertemukan
Dalam menjalin kasih, akan terciptalah kisah
Di dalam setiap kisah akan senantiasa ada luka, duka, dan resah
Tapi di dalam setiap kisah juga akan ada suka, tawa, dan bahagia
Begitukah arti sebuah cinta?
Apakah cinta adalah perasaan saling mepertahankan dan saling tak ingin melepaskan?
Ku harap kita sama-sama saling mengerti dan memahami.
Ku harap kita dipertemukan di atas mimbar suci untuk mencari keabsahan sejati.
Ku harap hadirku menyudahi pelikmu dan mewarnai sukamu.
Di antara permata pada obrolan manis di atas meja
2024
.

Komentar
Posting Komentar