PUISI: Alunan Merdu, Suara Rindu

 Alunan Merdu, Suara Rindu


Reriuhan angin mengalun merdu di antara reranting pohon yang terbaring rapi

Menjelmakan rintihan luka yang tak lagi berarti

Sayup gemuruh petir, mendebarkan sanubari

Mengaktifkan simpatis mengelevasi nadi


Suara rindu melengking hebat

Ingin kembali ke sebermula


Suara tangis penuh khawatir

Sedang ia tak lagi mentolerir

Ia sungguh menjerit

Seaakan tak lagi mampu menahan rasa sakit


Ia hanya ingin memperangati

Bahwa tak ada yang lebih berarti daripada hati dan nurani


2025


Komentar

Postingan Populer